Tak kenal maka tak sayang… Situs Megalitik Gunung Padang Cianjur..

Situs Megalitik Gunung Padang Cianjur… Sedikit orang yang tau mengenai tempat ini, termasuk saya..hihi..

Sudah hampir 10tahun bekerja di Sukabumi, sekian kali bolak balik Sukabumi Cianjur, walau kadang cuma numpang lewat menuju atau dari Bogor tempat saya tinggal. Koq lewat Puncak??  kalo yang sering ke Sukabumi via Cicurug pasti tau kondisi jalannya.. bikin males!! ga tau kenapa, jarang perbaikan atau pelapisan, yang ada hanya penambalan yang bikin kendaraan loncat2..ga tau lah.. pass…!! bukan ini bahasan tulisan ini..hehe

Dapet kiriman foto dari rekan-rekan yang kemaren sempet berkunjung kesana, saya coba berbagi gambaran menngenai Situs Megalitik ini..

Situs Megalitik Gunung Padang terletak di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur… sekitar 26 km arah barat daya Stasiun Kereta Cianjur. Arah ke Warung Kondang. Jarak tempuh ga terlalu jauh untuk rekan yang udah biasa lewat, cuma sedikit membingungkan setelah masuk dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi…, jangan malu untuk bertanya hihi.. atau bisa juga melalui jalur Sukaraja jika berangkat dari arah Sukabumi..

Perjalanan menuju desa Karyamukti disuguhi banyak pemandangan. Mulai dari perkampungan penduduk, sawah-sawah, hutan kecil yang lumayan nikin adem, sampai ke perkebunan teh. Perkiraan perjalanan adalah 1,5 jam dengan jalur yang naik-turun, dengan aspal terbilang lumayan mulus dengan sedikit lubang..

Untuk mencapai situs nya sendiri, kita harus menapaki satu-persatu tangga alam yang jumlahnya sekitar 400an anak tangga.. ga tau berapa pas nya, ga kuat ngitung, udah cape ngatur napas hahahaa…  Tinggi tangganya rata-rata 30 cm. Dan kemiringan tangganya lumayan curam sekitar 50°..

Yang harus diingat juga.. bawa bekal, disana cuma ada warung kecil yang bisa dipake istirahat sebelum naik tangga ke area situs..

Bercerita sedikit sejarahnya dari hasil gugling.. keberadaan situs ini pertama kali muncul dalam laporan Rapporten Van de Oudheid-Kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan NJ Krom tahun 1949. Baru pada tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian benda cagar budaya yaitu Penilik Kebudayaan setempat disusul oleh Ditlinbinjarah dan Pulit Arkenas melakukan peninjauan ke lokasi situs. Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs Gunung Padang mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya.

Situs Megalitik Gunung Padang Cianjur yang merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak dikalim sebagai yang  terbesar di Asia Tenggara. Ini dilihat dari luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m2 dengan luas areal situs sendiri kurang lebih sekitar 3 Ha.

Di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam. Dibantu oleh pasukannya, beliau berusaha mengumpulkan balok-balok batu yang hanya terdapat di daerah itu. Namun sinar mentari di ufuk timur menggagalkan usaha kerasnya, maka derah itu kemudian ia tinggalkan. Batu-batunya ia biarkan berserakan di atas bukit yang kini dinamakan Gunung Padang.. Padang yang dalam bahasa Indonesia sendiri berarti tegal atau lapangan, sedangkan dalam bahasa sangsekerta berarti ca’ang atau terang..

batu-batuan tersusun alami, belum terjamah..

 

undak berundak

kalo bisa ngangkat batu ini katanya bisa bikin pengharapan.. semoga ga bikin musrik..

Situs ini dibangun dengan batuan vulkanik masif yang berbentuk persegi panjang. Bangunannya terdiri dari lima teras dengan ukuran berbeda-beda.  Balok-balok batu yang jumlahya sangat banyak itu tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang. Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau Islam. Misalnya ada yang disebut meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasana, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Marzuki, dan batu Syeh Abdul Fukor..

Rute menuju situs ini juga dekat dengan terowongan kereta Lampegan.

Terowongan Lampegan adalah terowongan kereta api tertua di Indonesia. Terowongan ini memiliki panjang 686 meter dan dibangun untuk mendukung jalur kereta api rute Bogor – Sukabumi – Bandung. Terowongan ini berada di Cibeber, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat.

Terowongan Lampegan dibangun oleh perusahaan kereta api SS (Staats Spoorwegen) dan dibangun pada pada periode 1879 – 1882. Nama terowongan berasal dari bahasa percakapan orang Belanda ketika kereta api memasuki terowongan, yaitu ‘Lamp a gan’ yang berarti nyalakan lampu. Tidak jauh dari terowongan Lampegan, terdapat stasiun Lampegan.

terowongan kereta "Lamp A Gan" 668m (sumber: http://www.indonesianheritagerailway.com/)

Ga usah jauh-jauh… kenali dulu yang dekat..

Klik untuk liat peta

Salam..

Medi

Foto-Foto

narsis 1

ngaso bersiap makan siang..

pemandangan nan ajiip..

ga bisa noleh..

pake timer biar semua bisa foto bareng..😀

 

5 Responses to “Tak kenal maka tak sayang… Situs Megalitik Gunung Padang Cianjur..”

  1. ijin publikas gan

    silahkan om….

  2. Saya sgt senang mendengar daerah jawa barat kususnya cianjur, di cianjur sy pernah tersimpan kenangan yg sgt tak terlupakan,alam yg sejuk dan indah. Juga gadis yg cantik2..

  3. kalo pake mobil bisa ga yah ke situ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: