Qabiltu…aku terima nikahnya…ijab kabul ini terlaksana sudah…

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
(Ar Ruum : 21)

“Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Bersabar, berdoa, dan percaya bahwa Allah sudah menyediakan yang terbaik untuk kita, itu hal yang selalu menjadi semangat untuk saya…

Enam bulan yang lalu, aku masih ingat saat datang ke rumahmu untuk mengantarmu pulang bekerja kemudian berkenalan dengan keluargamu. Takkan pernah hilang dalam ingatanku, betapa kedatanganku yang diterima baik keluargamu, bercerita tentang dirimu hingga semakin meyakinku untuk menjalani sebuah prosesi yang aku sendiri justru takut akan jawaban keluargamu, dengan Bismillah… aku melamarmu de.. untuk menyempurnakan agamaku, membentuk keluarga sakinah, mawadah, warahmah… insya Allah…

Ibu mu menjawab dengan membeberkan segala kekurangan dan kelebihan dari dirimu de.. mempersilahkan aku untuk meyakinkan diri dan menerima segala kekuranganmu… kemampuan dan rajinnya dirimu bekerja dirumah layaknya kewajiban seorang ibu rumah tangga, termasuk kekurangan yang merupakan kelebihan terbesar yang engkau miliki untukku.. dirimu seorang tunarungu.. dan hanya sedikit kosakata bahasa yang engkau miliki… tapi kau sanggup membaca ayat al-Quran, melatinkan bacaan al-Quran.. subhanallah.. luar biasa orantua yang mendidikmu de..

Padahal, baru satu minggu sebelum itulah kita berkenalan saat dirimu mulai bekerja dikantor tempatku bekerja. Waktu itu, aku tak berani menatap lama wajahmu meski ingin sekali. Tapi, entah apa… kau tampak begitu mahal.. aku merasa tidak memiliki keberanian dihadapanmu.

Tak sulit untukku berkomunikasi denganmu, karena aku sudah sedikit belajar dan terbiasa dengan teman kantor tunarungu yang juga banyak bekerja di perusahaan tempatku bekerja… alhamdulilllah, mungkin ini hikmah yang didapat karena aku senang mempelajari segala hal, termasuk bahasa tangan. Bukan suatu halangan bagiku untuk mencintaimu…

Akhirnya disepakati untuk kami melangsungkan akad pernikahan terlebih dahulu pada tanggal 5 februari 2012 sebelum nanti melaksanakan resepsi saat semua siap baik materi maupun rohani, semata-mata untuk menjauhkan kami dari fitnah. Masih ingat perkataanmu saat kemudian dirimu menjawab ya akan lamaranku, dirimu siap untuk melangsungkan akad pernikahan, tapi ingin menunda untuk tinggal bersama hingga nanti selesai resepsi beberapa bulan kedepan…

“Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq”  yang artinya “Aku terima pernikahan dan perkawinannya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah”

Sering aku tersenyum sendirian kala mengingat sesaat setelah prosesi akad nikah selesai, dirimu menyuruh aku untuk membawa seluruh pakaian, mulai tinggal bersama, tidak menunggu hingga setelah resepsi seperti yang dirimu inginkan sebelumnya… begitu juga saat dirimu malu membuka jilbab, kau berkata dengan “belum pernah”, kosakata yang kau tahu… ya, aku sangat yakin akan maksud mu. Pasti belum pernah dirimu membuka jilbab mu didepan seorang pria.

Hingga malam saat ku menulis tulisan ini, sesaat setelah kau terlelap, semakin besar kurasakan semua keindahan, kehangatan, dan hidup dibawah naungan cinta bersamamu karena Allah… Dirimu memutuskan untuk berhenti bekerja berucap ingin mengurus suami, kau rela menahan lapar menunggu hingga aku pulang untuk makan bersama, kau selalu menunggu diteras rumah dijam-jam aku pulang bekerja… ya Allah.. sayangi dia sebagai mana dia menyayangiku. Aku akan menjadi telinga untuk pendengarannya dan menjadi mulut untuk bicaranya..

De, jika kelak kita memiliki keturunan, sirami hatinya dengan dzikir, suburkan jiwanya dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an, hangatkan tubuhnya dengan keteguhan menjalankan dinnya, baguskan pula hatinya dengan mengajarkannya bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya, ajarkan juga ia berbuat baik kepada orangtua dan orang lain, bimbinglah ia dengan ilmu yang kau punya, sehingga dengan ilmu itu ia tidak menjadi orang yang tertindas. Jadikan jujur sebagai pengharum mulutnya serta kata-kata yang benar, baik, lembut dan mulia sebagai penghias bibirnya. Sematkan kesabaran dalam setiap langkahnya, taburi pula benih-benih cinta di dadanya agar ia mampu mengukir cinta dan kasih sayang dalam setiap perilakunya, dan yang terakhir kenakan takwa sebagai pakaiannya setiap hari.

Jika demikian, insya Allah harapan dan do’a kita untuk tetap bersama sampai di surga kelak akan lebih mudah kita gapai. Aku berharap, engkau membaca surat yang kutulis malam ini. Dan jika kau telah membacanya kelak, jangan katakan apapun kecuali ciuman hangat di tanganku. Karena dengan begitu, aku tahu kau telah membacanya.

Medi, April 2012

5 Responses to “Qabiltu…aku terima nikahnya…ijab kabul ini terlaksana sudah…”

  1. Sangat menyentuh,mudah mudahan menjadi keluarga samawar,amin….

  2. firmans Says:

    takperlu kesempurnaan untuk bisa berbahagia,karena bahagia sesungguhnya adalah ketika kamu melihat apapun secara sempurna

  3. Barakallah… meskipun sudah bertahun2 smoga tetap langgeng… semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: