Bayi Pilek Batuk Terus-Terusan

3minggu

Ibu Muda yang baik, masa-masa bayi merupakan saat yang cukup rentan terkena penyakit, karena pada saat tersebut daya tahan tubuh belum sempurna.

Seiring dengan pertumbuhan bayi anda, dia akan menjadi penjelajah yang hebat yang akan menyentuh (bahkan menjilat!) apa saja yang ditemuinya dan membuatnya penasaran, jadi sangatlah mudah baginya untuk “mengambil” virus itu dengan tangannya. Dan kemudian yang perlu dilakukan hanyalah menaruh jari-jari mungilnya itu kedalam mulutnya, hidungnya atau mengucek matanya dan boom! virus tersebut telah memiliki kesempatan yang baik untuk bekerja.

Gimana mengatasinya?? Ayo kita belajar sama-sama…Biasanya, anak-anak paling tidak akan mengalami antara 6 – 10 kali flu dalam setahun. Dalam keluarga dengan anak-anakyang telah bersekolah bahkan bisa mencapai 12 kali! (rata-rata orang dewasa mengalami 2 – 4 kali flu dalam setahunnya).

Untuk itu peranan orang tua sangat penting sekali dalam menjaga si kecil agar tetap sehat dan juga mendapatkan penanganan yang sesuai jika mengalami ganggauan/penyakit. Karena tidak sedikit orang tua (terutama ibu muda) yang terlalu panik dan khawatir saat anaknya mengalami sakit yang sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan, sehingga kadang mendapatkan penanganan yang terlalu berlebih. Tetapi kadang kita dapatkan pula seorang ibu muda yang terlalu cuek, sehingga saat anaknya mengalami gangguan sakit yang cukup serius, tapi tidak mendapatkan respon yang memadai (segera dibawa berobat).

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka sebaiknya para ibu mengetahui tentang penyakit-penyakit yang biasa mengenai anak (terutama balita) dan bagaimana penanganannya secara sederhana dan praktis, sehingga anak mendapatkan penanganan sesuai dengan kebutuhannya.

Biasanya pilek pada anak disebabkan karena alergi, dengan ciri-ciri tanpa demam, anak tetap aktif, biasanya pilek lebih berat saat malam/pagi hari. ingus yang keluar dari hidung bayi anda akan cenderung tetap bening, tidak seperti pilek pada umumnya yang cenderung akan mengental dan berubah warna. Alergi tidak akan menyebabkan bayi anda demam, dan cenderung muncul di saat-saat tertentu.

DSC07722

Lendir yang lebih encer akan lebih mudah dikeluarkan anak lewat bersin, ingus di hidung yang meler, batuk atau masuk ke dalam saluran cerna anak. Beberapa anak menggunakan efek muntah untuk membantu mengeluarkan lendir. Karenanya, orang tua tidak perlu panik jika anak yang sedang batuk pilek mendadak jadi lebih sering muntah. Yang penting pastikan asupan cairan dan makanan sesuai dengan jumlah frekuensi muntah. Jangan sampai anak dehidrasi dan kurang gizi karena sering muntah tapi tidak diimbangi dengan masuknya cairan dan makanan yang cukup.

Maka untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan :
1. Berikan ASI ekslusif (sampai 6 bulan), karena hal tersebut merupakan hak anak.
2. Hindari pemberian susu formula, karena akan meningkatkan kemungkinan alergi.
3. Hindari suhu ruangan yang terlalu dingin (jangan menggunakan AC kalau memungkinkan)
4. Sebaiknya memandikan anak dengan menggunakan air hangat.
5. Jemur anak pada sinar matahari pagi sebelum jam 9.00, kalau memungkinkan sambil di tepuk punggungnya mengunakan telapak tangan secara gentle.
6. Sebaiknya ibunya mengkonsumsi habbatussauda (3 x 2 kapsul) dan minum madu serta meminum perasan kencur (satu genggam kencur dikupas, lalu diparut/blender tambah air matang, saring dan air saringan ditambah madu) diminum 2 kali sehari sebanyak 1 gelas.

Karena kebanyakan bayi atau anak sampai dengan usia 4 tahun belum dapat mengeluarkan ingusnya sendiri dengan baik (bersih), berikut ini merupakan tips untuk membantu melegakan pernafasan anak anda:

  • Gunakan Penyedot ingus yang beredar dipasaran untuk menyedot ingusnya keluar. Penyedot ingus yang elektrik akan bekerja jauh lebih cepat dan efisien. Pastikan agar bagian yang berhubungan dengan ingus dapat disterilkan.

images

Mengapa harus mengeluarkan ingusnya? Toh, nanti juga sembuh sendiri!

Pertama, anda akan kerepotan dalam menyusui atau memberinya makan karena hidungnya tersumbat sehingga sudah pasti rewel. Ingus yang tidak segera dikeluarkan dapat tertelan dan malah menyebabkan batuk, hal ini yang menyebabkan banyak bayi yang biasanya terkena pilek akan terkena batuk juga (batpil). Alasan kedua yang lebih berbahaya, dapat menyebabkan resiko sinusitis dan tersedot ke telinga (seperti yang anda ketahui rongga hidung, tenggorokan dan telinga berhubungan (THT) dapat menyebabkan infeksi telinga. Bakteri didalam lendir ingus tersebut juga dapat “lari” dari hulu kerongkongan (Pharynx) ke cabang tenggorokan (Bronchia) sehingga menyebabkan radang tenggorokan (Bronchitis), bahkan radang paru-paru (pneumonia). Bagaimanapun, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati kan? Penting untuk membersihkan lendir ingus tidak hanya yang terlihat dihidung saja, tetapi harus sampai ke rongga hidung. Penyedot ingus elektrik biasanya telah didesain sedemikian rupa sehingga sedotan tersebut cukup kuat untuk menarik ingus yang berada dirongga hidung namun tidak menyakitkan bayi.

Kenapa sih tidak menyedot dengan mulut saja?  dulu orang tua saya juga seperti itu dan saya tidak apa-apa tuh.

Alasan pertama,(yang biasanya juga dikeluarkan oleh dokter anda) adalah mulut banyak menyimpan kuman dan bakteri dan akan dapat mudah berpindah ke hidung anak, sehingga alih-alih membuatnya lebih baik malah menambah bakteri dan kuman baru masuk, apalagi si bayi masih rentan kekebalan tubuhnya.

Kemudian, oke! anda sehat-sehat saja sampai sekarang. Namun, patut diingat, di jaman yang semakin canggih dan terus berkembang, virus dan penyakit juga ikut bermutasi, bertambah banyak jenisnya dan aneh-aneh (masih ingat dengan virus flu burung dan flu babi yang sempat heboh diseluruh dunia?). Siapkah anda mengambil resiko dengan asumsi anda yang mengatakan “ah, saya dulunya sehat-sehat saja tuh”!.

  • Gunakan Humidifier untuk menjaga kelembaban udara ruangan tidurnya. Atau bawalah bayi anda kedalam kamar mandi bersama anda, nyalakan air panas, kemudian duduklah diruangan yang beruap selama 15 menit. Atau mandi air hangat juga dapat memberikan benefit yang sama.
  • Jagalah agar ketika tidur kepala bayi anda lebih tinggi daripada tubuhnya agar dengan bantuan gravitasi ini ingus bayi akan lebih mudah keluar dan tidak tertahan didalam hidung namun jangan berlebihan! Jika bayi anda terbiasa tidur terbalik-balik, dikhawatirkan malah nanti posisinya terbalik dengan kaki dan tubuh yang lebih tinggi dari kepalamya.

Segera ke dokter apabila mengalami hal-hal berikut ini:

  • Keadaan bayi anda malah bertambah buruk setelah 5 – 7 hari. Atau gejala pileknya tidak membaik juga lebih dari 14 hari.
  • Batuknya bertambah parah dan berbunyi mencuit-cuit atau sesak napas. Gejala ini dapat merupakan radang paru-paru.
  • Dia menangis ketika menelan makanan atau menyusui dan mengosok-gosok serta menarik-narik telinganya. Ini merupakan gejala infeksi telinga.

Hmmm… inilah indahnya menjadi orangtua… semangat..!

Medi for FLC

IMG07776-20130704-0955

2 Responses to “Bayi Pilek Batuk Terus-Terusan”

  1. tks y ilmumy…skrang in anak kmi sdang flu.berat.dah k dr malh batuk2 …br tau lw batuk bs tmbul krn ingsny…tks y???

  2. Saya ingin bertanya..dua bulan terakhir anak saya sering sekali terkena batuk pilek (sehat tidak sampai seminggu kmd kena batuk pilek lagi) apakah ini wajib diperiksa lebih lanjut? Biasanya saya menggunakan obat yang tersedia dirumah dan jika sampai habis tidak sembuh, anak saya bawa ke dokter kmd akhirnya selalu diberi antiobiotik..bahkan yg terakhir diberi obat antivirus..mohon solusinya..thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: